Wednesday, 21 January 2015

CONNECTED MODEL


"MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK"
(CONNECTED MODEL)



 



Makalah oleh:

Ade Sri Madona, M.Pd






BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Pembelajaran Tematik
Peserta didik pada Sekolah Dasar yang duduk di kelas-kelas awal (kelas I, II & III) berada dalam rentangan usia dini. Pada usia dini, seluruh aspek perkembangan kecerdasan anak (IQ, EQ dan SQ) tumbuh dan berkembang sangat luar biasa cepat sehingga usia ini sering disebut usia emas (golden age) dalam perkembangan anak.
Dalam aspek perkembangan kognitif (berdasarkan teori/tahap perkembangan kognitif Piaget), menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata, yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap berbagai obyek yang ada dalam lingkungannya. Pemahaman tentang obyek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan obyek dengan konsep yang sudah ada dalam pikirannya) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep dalam pikiran untuk menafsirkan obyek). Proses belajar anak tidak sekedar menghafal konsep-konsep dan fakta-fakta, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh. Belajar dimaknai sebagai proses interaksi dari anak dengan lingkungannya. Sejalan dengan tahapan perkembangan dan karakteristik cara anak belajar tersebut,maka pendekatan pembelajaran siswa SD kelas-kelas awal adalah pembelajaran tematik.

B.     Rumusan Masalah
1)      Jelaskan pengertian pembelajaran terpadu!
2)      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis model pembelajaran tematik beserta kelemahan dan keunggulannya!
3)      Jelaskan pentingnya nilai-nilai islam dalam pembelajaran tematik!


BAB II
PEMBAHASAAN
A.    Pengertian Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Salah satu diantaranya adalah memadukan pokok bahasan atau sub pokok bahasan atau bidang studi, keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum (DEPDIKBUD, 1990: 3). Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada pengembangan perkembangan kemampuan siswa secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat pengalaman langsung dalam proses belajarnya, hal ini dapat menambah daya kemampuan siswa semakin kuat tentang hal-hal yang dipelajarinya.

B.     Jenis-jenis model pembelajaran tematik beserta kelemahan dan keunggulannya
1)      Model terkait (Connected model)
a.      Pengertian

Tokoh yang mengembngan model connected adalah Robert Maynard Hutchins. Model Keterhubungan ini lahir dari adanya gagasan bahwa sebenarnya dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik, konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit. Satu mata pelajaran dapat memfokuskan sub-sub yang saling berkaitan.
Pembelajaran terpadu model keterhubungan (connected model) menurut Fogarty adalah : “model focuses on making explicit connections with each subject area, connecting one topic to the next, connecting one concept to another, connecting a skill to relatied skill, connecting one day’s work to the next, or even one semester’s ideas to the next”. Pengertian tersebut menunjukkankan bahwa fokus model connected adalah pada keterkaitan dalam seluruh bidang, keterkaitan antar topik, keterkaitan antar konsep, keterkaitan antar keterampilan, mengaitkan tugas pada hari ini dengan selanjutnya bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi.
Model pembalajaran ini menyajikan hubungan yang eksplisit di dalam suatu mata pelajaran yaitu menghubungkan satu topik dengan topik yang lain, satu konsep ke konsep yang lain, satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, satu tugas ke satu tugas yang berikutnya. Pada pembelajaran model ini kunci utamanya adalah adanya satu usaha sadar untuk menghubungkan bidang kajian dalam satu disiplin ilmu.
 Bila kita memandang konsep koneksi ini, rincian dari satu disiplin ilmu terfokus kepada bagian-bagian yang sebenarnya saling berhubungan. Sehingga akan terjadi serangkaian materi satu menjadi prasarat materi berikutnya atau satu materi mendukung materi berikutnya, atau materi satu menjadi prasarat atau berhubungan sehingga apa yang dipelajari menjadikan belajar yang bermakna. Sebagai catatan kaitan antar konsep, topik, atau tema terjadi hanya pada satu mata pelajaran.
Pembelajaran yang di lakukan dengan  mengaitkan suatu pokok bahasan  berikutnya. Mengaitkan satu konsep dengan konsep lain, mengaitkan satu ketrampilan dngan ketrampilan lain (Trianto 2007)


b.      Keunggulan dan kelemahan
a)      Keunggulan
1.      Siswa siswi memiliki gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep
2.      Siswa dapat mengembangkan konsep secara terus menerus
3.      Konsep-konsep kunci di kembangkan dengan waktu yang cukup sehingga lebih mudah di cerna oleh siswa
4.      Kaitan-kaitan dengan sejumlah gagasan di dalam satu bidang study memungkinkan siswa untuk dapat mengkonseptualisasi kembali
5.      Model pembelajaran ini tidak mengganggu kurikulum yang sedang berlangsung
6.      Dampak positif dari mengaitkan ide-ide dalam satu bidang studi adalah siswa memperoleh gambaran yang luas sebagaimana suatu bidang studi yang terfokus pada suatu aspek tertentu.
7.      menghubungkan ide-ide dalam suatu bidang studi sangat memungkinkan bagi peserta didik untuk mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sehingga memudahkan untuk terjadinya proses transfer ide-ide dalam memecahkan masalah.
8.      adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.

Hadisubroto, dalam Trianto mengemukakan keunggulan dan kelemahan model keterhubungan (connected). Keunggulan dari model ini adalah
a.       Dengan adanya hubungan atau kaitan antara gagasan di dalam satu bidang studi, peserta didik-peserta didik mempunyai gambaran yang lebih komprehensif dari beberapa aspek tertentu mereka pelajari secara lebih mendalam
b.      Konsep-konsep kunci dikembangkan dengan waktu yang cukup sehingga lebih dapat dicerna oleh peserta didik
c.       Kaitan-kaitan dengan sejumlah sasaran di dalam satu bidang studi memungkinkan peserta didik untuk dapat mengkonseptualisasi kembali dan megasimilasi gagasan secara bertahap
d.      Pembelajaran terpadu model keterhubungan tidak mengganggu kurikulum yang sedang berlaku.
b)      Kelemahan
1.      Masih kelihatan terpisahnya interbidang study
2.      Tidak mendorong guru untuk bekerja tim, sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep- konsep serta ide- ide antar bidang study
3.      Dalam memadukan ide-ide pada satu bidang study, usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang study menjadi terabaikan
4.      model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.


c.       Kapan Kita Menggunakan Model Connected?
Model ini digunakan sebagai permulaan kurikulum terpadu. Guru merasa percaya diri mencari keterhubungan dalam mata pelajaran mereka (jika guru bidang studi). Mereka menjadi mau mengadaptasikan hubungan ide-ide dalam mata pelajaran yang menyeberang. Pembuatan keterhubungan juga diselesaikan secara kolaborasi dalam pertemuan guru (departement meeting) dalam hal ini dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang dapat terjadi lebih famillier. Guru dapat memulai model ini sebelum memasuki keterpaduan yang lebih kompleks.

Contoh:
·          Guru menghubungkan/menggabungkan konsep matematika tentang uang dengan konsep jual beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.
·         guru menghubungkan konsep pecahan dengan desimal, dan pecahan dengan uang, tingkatan, pembagian, rasio, dan sebagainya

d.      Langkah-Langkah (Sintaks) Pembelajaran Terpadu Model Keterhubungan (Connected)
Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu model keterhubungan mengikuti tahap-tahap pembelajaran yang sudah biasa, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Oleh karena itu, sintaks model pembelajaran ini bisa direduksi dari berbagai model pembelajaran. Dengan demikian, sintaks pembelajaran terpadu bersifat fleksibel dan luwes. Karena dalam pembelajaran terpadu, sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran.
1.      Tahap Perencanaan
a.       Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang akan dipadukan
b.      Merumuskan Indikator Hasil Belajar
c.       Menentukan langkah-langkah pembelajaran
2.      Tahap Pelaksanaan
3.      Tahap Evaluasi
Sementara itu, menurut Prabowo dalam Trianto, langkah-langkah pembelajaran terpadu model Keterhubungan (connected) adalah sebagai berikut:
1.      Tahap Perencanaan
a.       Menentukan Kompetensi Dasar
b.       Menentukan Indikator Menentukan Tujuan Pembelajaran
2.      Langkah-Langkah yang ditempuh guru
a.       Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai peserta didik. (materi prasyarat)
b.      Menyampaikan konsep-konsep yang hendak dikuasai peserta didik
c.       Menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan.
d.      Menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan / dibutuhkan.
e.       Menyampaikan pertanyaan kunci.
3.      Tahap Pelaksanaan, meliputi
a.       Pengelolaan kelas dengan membangi kelas kedalam beberapa kelompok.
b.      Kegiatan proses.
c.       Kegiatan pencatatan data.
d.      Diskusi secara klasikal
4.      Tahap Evaluasi, meliputi :
a.       Evaluasi Proses, berupa :
        Ketepatan hasil pengamatan
        Ketepatan dalam menyusun alat dan bahan
        Ketepatan peserta didik saat menganalisis data.
b.      Evaluasi Produk
        Penguasaan peserta didik terhadap konsep-konsep / materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan.
c.       Evaluasi Psikomotor
        Kemampuan penguasaan peserta didik terhadap penggunaan alat ukur.
e.      Contoh Aplikasi Model Keterhubungan dalam Pembelajaran di SD
Implementasi pembelajaran terpadu model Connected dikembangkan dalam bahasa dan sastra Indonesia secara terpadu di Sekolah Dasar. Di dalam pembelajaran bahasa dan sastra secara terpadu, yaitu pembelajaran kemampuan berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, aspek berbicara, aspek membaca dan aspek menulis dipayungkan kepada pembelajaran apresiasi sastra.
1.    aspek mendengarkan: mengidentifikasi unsur cerita rakyat yang didengarnya
2.    aspek berbicara: memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
3.    aspek membaca: menyimpulkan isi cerita dalam beberapa kalimat
4.    aspek menulis: menulis dialog sederhana dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya.
Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dapat ditempuh (1) siswa mendengarkan cerita dan mengidentifikasi unsur-unsur ceritanya, (2) siswa membaca cerita dan menyimpulkan isi ceritanya, (3) siswa menulis dialog dua atau tiga tokoh cerita sesuai dengan isi ceritanya, kemudian (4) siswa berlatih berbicara dengan memerankan tokoh ceritanya.
Selain itu, penulis juga mengaitkan beberapa kompetensi dasar dari berbagai keterampilan yang terkandung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya, penulis menyajikan sebuah RPP Terpadu yang mengaitkan keterampilan-keterampilan berbahasa. (terlampir)


DAFTAR RUJUKAN

Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung:  Remaja Rosdakarya






No comments:

Post a Comment